Senin, 01 Desember 2014

Dunia Ku



CERPEN
Nama ku Putri, aku terlahir dari keluarga sederhana yang mempunyai impian besar untuk membantu orang lain... Aku tinggal bersama ayahku dan adik laki-laki ku karena kedua orang tua kami sudah pisah sejak aku masih sd dan Ibuku bersama nenekku. Aku sekarang sedang duduk dibangku kuliah semester 3 di salah satu universitas yang cukup populer di Indonesia. Aku menyukai dandanan yang simple dan rapi. Tetapi banyak dari teman-temanku yang mengatakan kalau aku ini tomboi, tapi cantik. Oke aku yang menambahkan cantiknya dan itu ku rasa benar. Percaya diri adalah motto hidupku.
Hari ini, hari senin yang bagiku adalah hari yang menyebalkan. Pagi ini aku ada jadwal mk jam 8. Itu membuat ku harus bangun pagi, dan harus beres-beres kamar sebelum ayah ku berteriak histeris seperti hari senin yang lalu. Ayahku seorang pembersih, eh maksudnya seseorang yang sangat cinta dengan kebersihan. Dan aku pernah menghayal jika rumah kami di ikutkan dalam lomba rumah paling bersih se – RT pasti kami akan jadi juara I dan juara permanen, mungkin.
Setelah semua hal yang kulakukan di pagi shubuh ini lalu aku menunggu bis di pinggir jalan. Salah satu hal yang menjadi penyemangat ku saat menunggu bis adalah bertemu dengan kakak kece. Ya, aku sedang dekat dengan kakak yg ku beri inisial A, lalu B, C,D,E,F. Amazing bukan? Dan mereka semua adalah gebetan, arti nya pacar yang tertunda. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, saat aku mendapat bis yang ku harap didalamnya ada dia, ternyata nihil. Disela-sela kesibukan yang ku lakukan, aku tak pernah tinggal dengan yang namanya mendengarkan musik. Mau itu dimobil, kampus, rumah, saat tidur, makan, jalan-jalan, atau pun di toilet. Oh ia, aku sangat menyukai musik yang beraliran pop, bukan sesat dan sudah di akui MUI. Musik yang selalu ku dengarkan selalu membuatku galau, semangat, galau, semangat lalu galau lagi. Yah, begini lah hidup seorang jomblowati.
Selesai jadwal kuliah hari ini seperti biasa aku berkumpul dengan geng ceria. Nama geng kami yang pembuatan namanya asal sebut. Aku, imas, shinta, rahmi, jerry, cici, dan fela. Setelah asyik tertawa, foto-foto tidak jelas dan tak lupa makan-makan. Lalu kami bubar, maksudku pulang kerumah masing-masing. Dan pas sekali saat aku menaiki bis untuk pulang aku bertemu dengan kakak kece tersebut. Aku jadi salah tingkah, pipiku merah, hatiku beredetak kencang seperti genderang mau perang. Hal yang ku lakukan saat bertatap muka dengannya aku langsung pingsan, maksudku tersenyum semanis mungkin dan membuat dia ingin muntah. Kami selalu terlihat akrab setiap bertemu. Aku tahu ini hanya sekedar pelampiasan kesedihan, karena aku tahu dia playboy dan dengan semua perempuan yang di kenal nya dia memberikan harapan palsu, termasuk aku. Tapi sebenarnya aku sedang dekat dengan satu kakak tingkat lagi yang ada dijurusan lain. Aku mengenal dia waktu dia mengirim inbox melalui salah satu jejaring sosial. Lalu dia meminta pin BB, lalu kami pun kenal lebih lanjut lagi. Kami belum pernah bertemu, tapi kami merasa akrab. Aku tahu dia sudah punya pacar dan sangat menyukai pacarnya. Tapi ternyata dia sudah pernah di selingkuhin oleh pacarnya, tapi yang membuat ku heran dia masih cinta setengah mati. Tapi semenjak itu kami semakin dekat, dan ku harap dia bisa move on, istilah anak remaja sekarang.
Hari-hari ku lalui dengan begitu membosankan. Seperti rantai makanan, kampus, belajar, kantin, terus pulang. Sampai suatu hari, aku mendapatkan kejutan yang begitu tak terduga. Saat jam siang, waktu aku sedang berada di kelas. Aku mendengar suara yang sangat berisik didepan dengan suara lagu Bruno Mars “Nothin On you”. Penasaran dengan hal yang membuatku kepo aku keluar dan melihat ada seorang cowok didepan gedung kuliah ku berdiri bawa bunga mawar dan melihat ke arahku. Di belakangnya aku melihat tulisan I LOVE YOU. Dan itu membuatku sedikit syok karena cowok tersebut adalah Kak Rendi. Kakak yang dekat dengan ku melalui jejaring sosial. Aku langsung menemuinya dan berkata, “kak, ini apa-apaan?. Kak rendi bilang, “kakak, suka sama adek, kakak mau adek jadi pacar kakak”. Aku jelas seneng banget waktu dia bilang seperti itu, tapi disamping itu ada hal yang membuatku malu karena di lihat oleh anak-anak sejurusan. Semua orang melihat dan langsung sorak- soreak bilang “:CIEEEEEEEEEEEEE”. Aku bengong sejenak persis orang begok mangap gak keruan di terbangin lalat (iuh banget).
Setelah sekian lama hidup menjomblo, eh. Akhirnya jodoh datang juga ( mungkin). Sekarang status ku berubah dari, jones (jomblo ngenes), atau jomblowati, atau apalah itu namanya sekarang berubah menjadi PACARAN (sesuatu banget yah). Tapi aku belajar dari masa lalu, untuk tidak begitu memaksakan kehendak seseorang, tidak mengatur-ngatur keinginan pacarku sendiri, yang jelas kami senang, tetap fokus dengan kuliah dan saling menyemangatkan.
Mungkin akan ada cerita lagi selanjutnya bagaimana kisah ku dengan Kak Rendi. Sekarang kami bagaikan air, yang terus mengalir. “selamat tinggal masa lalu.... selamat datang lembar baru... selamat tinggal cinta lalu, selamat datang cinta baru..selamat tinggal selamat tinggal...J